Share
7:23:00 PM

Apakah Kita Punya Kesempatan Sama?

                Pernahkah sahabat sekalian mendengar keluhan dari keluarga, teman atau siapa saja tentang ketidakadilan hidup mereka? Saya yakin pasti pernah atau bahkan sering. Atau mungkin sahabat sendiri yang memiliki keluhan tersebut?
                Sahabat, kita tak pernah bisa memilih menjadi siapa, apa dan bagaimana. Dan kita tak bisa memilih dari keluarga mana kita akan terlahir. Jika kita bisa memilih, kita tentu akan memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang kaya, terhormat dan berpendidikan tinggi.

9:52:00 PM

Andai Diary Bisa Bercerita

            Samar-samar terdengar suara isak tangis dari balik dinding yang tak seberapa tinggi itu. Dinding itu adalah sebuah pagar pembatas antara tempat parkir sekolah dan area luar sekolah. Di salah satu bagian dinding itu terdapat sebuah pintu. Dibalik pintu itulah suara isak tangis itu terdengar.
            Perlahan-lahan Fandy mendekati pintu itu. Kemudian ia menempelkan telinganya pada pintu dan mulai mendengarkan suara isak itu.
            “Ri… Apa itu kamu?” tanyanya dengan suara pelan.
            “Aku tau itu kamu, Fan. Tapi kali ini kumohon jangan ganggu aku dulu. Aku pengen sendirian,” jawab si pemilik isak tangis itu.

10:00:00 PM

You're My Candle

Aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara berisik. Ah,rasanya belum puas aku tidur. Aku mengusap-usap mataku yang sangat terasa berat untuk dibuka. Aku melihat jam dinding yang tergantung di dinding kamarku. Ternyata masih jam satu dini hari.
Telingaku sudah sering mendengar suara seperti itu. Suara cek-cok mulut yang terkadang disertai suara benda yang dibanting. Dan akupun tahu itu suara Papa dan Mamaku. Dua bulan terakhir ini mereka memang sering bertengkar. Tak jarang aku mendengar mamaku menuduh papaku berselingkuh. Sedangkan papaku tak tinggal diam saja. Papa menyebut mamaku istri durhaka.

9:59:00 PM

Surat Terakhir Dari Ayah

Aku mengintip Nenek dan Ayahku yang sedang berbincang dari balik bilik bambu. Aku tahu dan mendengar apa yang mereka perbincangkan. Mereka sedang memperbincangkan keadaan ekonomi keluarga kami yang memang sedang mengalami kesulitan.
Kesulitan ini dialami keluargaku sejak rumahku dan toko-toko Ayahku terbakar. Entah manusia kejam mana yang tega melakukan semua itu. Setelah kami jatuh miskin, Ibuku memutuskan untuk menjadi TKI di Luar Negeri. Namun beberapa bulan setelah keberangkatan Ibu, sebuah surat datang yang diperuntukkan Ayahku. Surat itu berisi pemberitahuan Ibuku. Ternyata Ibuku telah menikah dengan majikannya. Entah setan apa yang merasuki Ibuku sehingga tega berbuat yang sedemikian itu.

9:58:00 PM

Selamat Tingga January

“Lo tahun baru mau kemana, Vir?” Tanya Rena padaku.
                “Entahlah. Mungkin Papaku ngajakin ke tempat bersalju untuk menghabiskan bulan pertama di tahun baru disana.” Jawabku singkat.
                Sesungguhnya aku malas mengikuti papaku untuk ke Eropa. Menghabiskan malam tahun baru di tempat dingin yang suhunya hanya beberapa derajat bahkan minus itu membosankan bagiku. Bagi gadis usia 18 tahun yang cinta fashion ini. Apalagi harus memakai baju tebal dan penutup kepala agar telingaku terlindung dari dingin ketika keluar rumah. Tapi kalau tidak ikut ke Eropa, aku akan kehilangan kesempatan belanja di sana.

9:57:00 PM

Kado Buat Mama

Aku tinggal di sebuah kota di komplek yang mayoritas pemilik rumahnya adalah kalangan pengusaha. Aku tinggal bersama mama dan seorang pembantu karena Papaku kembali ke Amerika setelah papa dan mamaku bercerai. Mereka bercerai ketika aku berumur 12 tahun. Samapi beberapa bulan setelah mereka cerai aku mengalami tekanan batin sampai aku harus opname di rumah sakit untuk beberapa minggu.

9:55:00 PM

Cinta Yang Sama

                Aku terus memandangi hujan yang turun melalui jendela kamar yang tertutup oleh kaca. Jemariku menyentuh kaca itu. Terasa dingin di jariku. Padahal ini seharusnya sudah memasuki awal musim kemarau. Namun hujan berintensitas sedang masih sering turun.
                Ku dengar suara ponsel Wina berbunyi. Aku membalikkan badanku dan meraih ponsel tersebut. Ada satu pesan dari orang bernama Angga. Aku baca pesan itu. “Sore Wina, lagi apa? Jaga kesehatan ya, hujan masih sering turun walaupun seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Jangan lupa minum vitamin C.” itulah pesan yang aku baca.
                “Ih, Rena curang. Ngapain coba baca-baca pesan gue.” Kata Wina seraya merebut ponselnya yang masih kupegang.