Share
9:51:00 PM

Gadis yang Membenci Hidupnya





"Ma, Yofan…"
"Cukup Yofan! Mama nggak mau denger lagi alasan kamu nolak Diandra. Ini amanah dari papa kamu sebelum meninggal."

9:23:00 PM

Aku Ini Apa?



Ada sebuah pertanyaan yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri. Dan ironisnya, aku masih terlalu bodoh untuk menjawab pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku. “Siapa aku? Aku ini apa? Untuk apa aku ada di sini?” Entah sejak kapan pertanyaan itu muncul dan telah berapa lama aku mencari jawaban untuk pertanyaan itu.

8:46:00 PM

MIST-3




Halo sahabat…
Kali ini aku akan memperkenalkan bagian dari perjalananku di SMA. Aku akan memperkenalkan MIST-3 (Most Intelegent Science Three) atau julukannya XI MIA 3. Di kelas ini aku temui orang-orang luar biasa yang mungkin tak akan kutemui di masa depan

8:07:00 PM

Kau Tahu Ini Sakit?




Dear Someone,
Aku masih ingat tanggal dimana kau bilang bahwa kau mencintaiku. Aku bahkan ingat bagaimana uniknya dirimu menyatakan cinta padaku. Aku merasa menjadi wanita paling bahagia saat itu. Bagaimana tidak? Caramu yang berbeda ketika menyatakan cinta padaku, telah membuatku jatuh hati padamu berkali-kali. Jatuh lebih dalam dari yang pernah aku rasakan sebelumnya.

8:01:00 PM

Ini Perempuan




Dear Boys,
Kau tahu, jika seorang perempuan telah berkata "Aku juga mencintaimu", artinya dia telah mempercayakan hatinya padamu. Dia percaya bahwa kau tak akan menyakitinya. Dia percaya bahwa dia tak akan kecewa bersamamu. Dia percaya bahwa kaulah yang terbaik.

7:55:00 PM

Matahari Untuk Ayah



     
Seseorang pernah berkata padaku bahwa hidup itu terus berputar. Ada kalanya kita berada di atas dan suatu saat kita pun akan merasakan apa itu kesusahan. Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Ah, aku tak akan menjadi miskin. Ayahku mempunyai banyak toko besar di kota ini.

6:35:00 PM

Sepotong Roti Untuk Nana

Tubuh kecil nan mungil itu terus membungkuk mengais sekeping rupiah dari setiap  tempat sampah yang ia lewati. Jemari mungilnya menggenggam tongkat kecil yang ia gunakan untuk menyibakkan sampah. Apa yang ia cari? Ia hanya mencari botol-botol bekas dan sampah-sampah yang bisa ia jual kepada pengepul. Matanya yang jeli itu tak hentinya menyusuri setiap sudut jalanan yang ia lalui.

6:23:00 PM

Pengamen Tua dan Alunan Biolanya

Syair demi syair mengalir dengan alunan irama dan nada
Yang membuat hati umat manusia merinding mendengarnya
Alunan yang melengking bak jeritan hati pemainnya
Meronta-ronta memberontak ketidakadilan
Menceritakan kisah pilu pemainnya

6:18:00 PM

Aku Tak Sesempurna Kakakku

                Terkadang keputusasaan memunculkan sebuah motivasi bahkan ide gila. Mungkin ini yang sedang terjadi padaku. Ketika semua sisi dari dunia ini seolah membuatku terpojok dan tertekan. Aku ingin berteriak meminta tolong. Tapi seolah mereka menutup telinga dan sengaja tidak mendengarku. Lantas, apa yang harus aku lakukan? Hanya menangis meratapi takdir? Semakin aku menangis, semakin kuat berbagai sisi dunia menekanku.

7:35:00 PM

Kata Sambutan Untuk Sang Komentator

            Malam itu gue kembali buka blog gue, berharap ada malaikat baik yang ngasih komentar pada salah satu postingan gue. Yah, ngayal dikit boleh, kan? Bukankah seorang penulis itu juga seorang penghayal? Pemimpi yang kadang idenya ngaco? Yah, kayak gue yang ngaco sampe-sampe jadi kacau. Gubraakkk…

7:19:00 PM

Langkahku

Ketika aku melangkah, aku tahu aku sedang bergerak
Bergerak untuk menyongsong hari esok yang tak tentu bersahabat
Aku terus bergerak walau kadang aku berputar di tempat yang sama
Karena inilah penjelajahan
Tapi penjelajahan untuk apa?
Tentu saja penjelajahan untuk menemukan apa tujuanku menjelajah
Jadi, aku belum tahu apa tujuanku menjelajah?
Aku sungguh tak tahu karena Rajaku hanya mengutusku untuk tetap berjalan
Sebelun Dia menutusku kembali
Sulit dipercaya bahwa aku berjalan tanpa tujuan dan arah

8:00:00 PM

Catatan Hati Seorang Blogger

          Entah kenapa semua orang di dunia ini pengen jadi blogger. Mulai dari mereka yang alay sampai mereka yang kalem dan jenius. Apa mungkin mereka ingin menjadi popular di dunia maya? Ah, rasanya alasan mereka seperti alasan yang ada dalam hati gue.

6:32:00 PM

Orang-orang Meyebalkan

Sebagai seorang pelajar, udah jelas jadi kewajiban gue buat pergi ke sekolah, menunaikan kewajiban. Walaupun terkadang aslinya gue malas banget harus pulang pergi nempuh jarak yang kurang lebih 19 kilometer. Tapi mau gimana lagi. gue sendiri yang dulunya ngotot milih sekolah itu. Tak lain dan tak bukan karena itu sekolah paling favorit di kota gue. Bukan karena tempat orang-orang kaya. Tapi emang kualitas pendidikannya udah diakui orang-orang.

12:53:00 PM

Terima Kasih Untuk Nyawa Keduaku

            Dari kecil hidupku tergolong mewah. Dengan orang tua yang berpenghasilan tinggi, rumah besar dan mewah beserta fasilitas-fasilitas mewah lainnya membuatku memiliki sifat sedikit manja. Orang tuaku selalu memenuhi segala permintaanku, termasuk memberiku mobil mewah saat ulang tahunku yang ke-16. Namun aku baru boleh mengendarai mobilku itu ketika aku sudah mendapatkan SIM nanti.

12:24:00 PM

Sosok Ibu Saat Kita Lahir

        Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan kita. Bagaimana tidak? Ibu selalu ada ketika kita butuh. Tak peduli betapa lelah tubuhnya, ketika kita panggil, ia selalu datang. Pernahkah kita berpikir apa jadinya bila tak ada sosok ibu di dunia? Akan seperti apakah kita? Bisakah kita seperti ini tanpanya?

7:23:00 PM

Apakah Kita Punya Kesempatan Sama?

                Pernahkah sahabat sekalian mendengar keluhan dari keluarga, teman atau siapa saja tentang ketidakadilan hidup mereka? Saya yakin pasti pernah atau bahkan sering. Atau mungkin sahabat sendiri yang memiliki keluhan tersebut?
                Sahabat, kita tak pernah bisa memilih menjadi siapa, apa dan bagaimana. Dan kita tak bisa memilih dari keluarga mana kita akan terlahir. Jika kita bisa memilih, kita tentu akan memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang kaya, terhormat dan berpendidikan tinggi.

9:52:00 PM

Andai Diary Bisa Bercerita

            Samar-samar terdengar suara isak tangis dari balik dinding yang tak seberapa tinggi itu. Dinding itu adalah sebuah pagar pembatas antara tempat parkir sekolah dan area luar sekolah. Di salah satu bagian dinding itu terdapat sebuah pintu. Dibalik pintu itulah suara isak tangis itu terdengar.
            Perlahan-lahan Fandy mendekati pintu itu. Kemudian ia menempelkan telinganya pada pintu dan mulai mendengarkan suara isak itu.
            “Ri… Apa itu kamu?” tanyanya dengan suara pelan.
            “Aku tau itu kamu, Fan. Tapi kali ini kumohon jangan ganggu aku dulu. Aku pengen sendirian,” jawab si pemilik isak tangis itu.

10:00:00 PM

You're My Candle

Aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara berisik. Ah,rasanya belum puas aku tidur. Aku mengusap-usap mataku yang sangat terasa berat untuk dibuka. Aku melihat jam dinding yang tergantung di dinding kamarku. Ternyata masih jam satu dini hari.
Telingaku sudah sering mendengar suara seperti itu. Suara cek-cok mulut yang terkadang disertai suara benda yang dibanting. Dan akupun tahu itu suara Papa dan Mamaku. Dua bulan terakhir ini mereka memang sering bertengkar. Tak jarang aku mendengar mamaku menuduh papaku berselingkuh. Sedangkan papaku tak tinggal diam saja. Papa menyebut mamaku istri durhaka.

9:59:00 PM

Surat Terakhir Dari Ayah

Aku mengintip Nenek dan Ayahku yang sedang berbincang dari balik bilik bambu. Aku tahu dan mendengar apa yang mereka perbincangkan. Mereka sedang memperbincangkan keadaan ekonomi keluarga kami yang memang sedang mengalami kesulitan.
Kesulitan ini dialami keluargaku sejak rumahku dan toko-toko Ayahku terbakar. Entah manusia kejam mana yang tega melakukan semua itu. Setelah kami jatuh miskin, Ibuku memutuskan untuk menjadi TKI di Luar Negeri. Namun beberapa bulan setelah keberangkatan Ibu, sebuah surat datang yang diperuntukkan Ayahku. Surat itu berisi pemberitahuan Ibuku. Ternyata Ibuku telah menikah dengan majikannya. Entah setan apa yang merasuki Ibuku sehingga tega berbuat yang sedemikian itu.

9:58:00 PM

Selamat Tingga January

“Lo tahun baru mau kemana, Vir?” Tanya Rena padaku.
                “Entahlah. Mungkin Papaku ngajakin ke tempat bersalju untuk menghabiskan bulan pertama di tahun baru disana.” Jawabku singkat.
                Sesungguhnya aku malas mengikuti papaku untuk ke Eropa. Menghabiskan malam tahun baru di tempat dingin yang suhunya hanya beberapa derajat bahkan minus itu membosankan bagiku. Bagi gadis usia 18 tahun yang cinta fashion ini. Apalagi harus memakai baju tebal dan penutup kepala agar telingaku terlindung dari dingin ketika keluar rumah. Tapi kalau tidak ikut ke Eropa, aku akan kehilangan kesempatan belanja di sana.