Welcome to my blog. Happy reading :)
Categories
- Cerpen Cinta (8)
- Cerpen Keluarga (5)
- Cerpen Persahabatan (1)
- Curhat (6)
- Puisi (2)
- Renungan (4)
Blog Archive
Assalamualaikum. Here about me :)
Labels
- Cerpen Cinta (8)
- Cerpen Keluarga (5)
- Cerpen Persahabatan (1)
- Curhat (6)
- Puisi (2)
- Renungan (4)
Diberdayakan oleh Blogger.
9:51:00 PM
"Ma,
Yofan…"
"Cukup
Yofan! Mama nggak mau denger lagi alasan kamu nolak Diandra. Ini amanah dari
papa kamu sebelum meninggal."
Label: Cerpen Cinta
9:23:00 PM
Ada sebuah pertanyaan
yang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri. Dan ironisnya, aku masih terlalu
bodoh untuk menjawab pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku. “Siapa aku? Aku
ini apa? Untuk apa aku ada di sini?” Entah sejak kapan pertanyaan itu muncul
dan telah berapa lama aku mencari jawaban untuk pertanyaan itu.
Label: Renungan
8:46:00 PM
Halo sahabat…
Kali ini aku akan memperkenalkan bagian dari perjalananku di
SMA. Aku akan memperkenalkan MIST-3 (Most Intelegent Science Three) atau
julukannya XI MIA 3. Di kelas ini aku temui orang-orang luar biasa yang mungkin
tak akan kutemui di masa depan
Label: Curhat
8:07:00 PM
Dear Someone,
Aku masih ingat tanggal dimana kau bilang bahwa kau
mencintaiku. Aku bahkan ingat bagaimana uniknya dirimu menyatakan cinta padaku.
Aku merasa menjadi wanita paling bahagia saat itu. Bagaimana tidak? Caramu yang
berbeda ketika menyatakan cinta padaku, telah membuatku jatuh hati padamu
berkali-kali. Jatuh lebih dalam dari yang pernah aku rasakan sebelumnya.
Label: Curhat
8:01:00 PM
Dear Boys,
Kau tahu, jika seorang perempuan telah berkata "Aku
juga mencintaimu", artinya dia telah mempercayakan hatinya padamu. Dia
percaya bahwa kau tak akan menyakitinya. Dia percaya bahwa dia tak akan kecewa
bersamamu. Dia percaya bahwa kaulah yang terbaik.
Label: Curhat
7:55:00 PM
Label: Cerpen Keluarga
6:35:00 PM
Tubuh kecil nan mungil
itu terus membungkuk mengais sekeping rupiah dari setiap tempat sampah yang ia lewati. Jemari
mungilnya menggenggam tongkat kecil yang ia gunakan untuk menyibakkan sampah.
Apa yang ia cari? Ia hanya mencari botol-botol bekas dan sampah-sampah yang
bisa ia jual kepada pengepul. Matanya yang jeli itu tak hentinya menyusuri
setiap sudut jalanan yang ia lalui.
Label: Renungan
6:23:00 PM
Syair demi
syair mengalir dengan alunan irama dan nada
Yang
membuat hati umat manusia merinding mendengarnya
Alunan
yang melengking bak jeritan hati pemainnya
Meronta-ronta
memberontak ketidakadilan
Menceritakan
kisah pilu pemainnya
Label: Puisi
6:18:00 PM
Terkadang keputusasaan
memunculkan sebuah motivasi bahkan ide gila. Mungkin ini yang sedang terjadi
padaku. Ketika semua sisi dari dunia ini seolah membuatku terpojok dan
tertekan. Aku ingin berteriak meminta tolong. Tapi seolah mereka menutup
telinga dan sengaja tidak mendengarku. Lantas, apa yang harus aku lakukan?
Hanya menangis meratapi takdir? Semakin aku menangis, semakin kuat berbagai
sisi dunia menekanku.
Label: Cerpen Keluarga
7:19:00 PM
Ketika aku melangkah, aku tahu aku sedang bergerak
Bergerak untuk menyongsong hari esok yang tak tentu
bersahabat
Aku terus bergerak walau kadang aku berputar di tempat
yang sama
Karena inilah penjelajahan
Tapi penjelajahan untuk apa?
Tentu saja penjelajahan untuk menemukan apa tujuanku
menjelajah
Jadi, aku belum tahu apa tujuanku menjelajah?
Aku sungguh tak tahu karena Rajaku hanya mengutusku
untuk tetap berjalan
Sebelun Dia menutusku kembali
Sulit dipercaya bahwa aku berjalan tanpa tujuan dan arah
Label: Puisi
8:00:00 PM
Entah kenapa semua orang di dunia ini
pengen jadi blogger. Mulai dari mereka yang alay sampai mereka yang kalem dan
jenius. Apa mungkin mereka ingin menjadi popular di dunia maya? Ah, rasanya
alasan mereka seperti alasan yang ada dalam hati gue.
Label: Curhat
6:32:00 PM
Sebagai seorang
pelajar, udah jelas jadi kewajiban gue buat pergi ke sekolah, menunaikan
kewajiban. Walaupun terkadang aslinya gue malas banget harus pulang pergi
nempuh jarak yang kurang lebih 19 kilometer. Tapi mau gimana lagi. gue sendiri
yang dulunya ngotot milih sekolah itu. Tak lain dan tak bukan karena itu
sekolah paling favorit di kota gue. Bukan karena tempat orang-orang kaya. Tapi
emang kualitas pendidikannya udah diakui orang-orang.
Label: Curhat
12:53:00 PM
Dari kecil hidupku tergolong mewah.
Dengan orang tua yang berpenghasilan tinggi, rumah besar dan mewah beserta
fasilitas-fasilitas mewah lainnya membuatku memiliki sifat sedikit manja. Orang
tuaku selalu memenuhi segala permintaanku, termasuk memberiku mobil mewah saat
ulang tahunku yang ke-16. Namun aku baru boleh mengendarai mobilku itu ketika
aku sudah mendapatkan SIM nanti.
Label: Cerpen Keluarga
12:24:00 PM
Ibu adalah sosok yang paling
dekat dengan kita. Bagaimana tidak? Ibu selalu ada ketika kita butuh. Tak peduli
betapa lelah tubuhnya, ketika kita panggil, ia selalu datang. Pernahkah kita
berpikir apa jadinya bila tak ada sosok ibu di dunia? Akan seperti apakah kita?
Bisakah kita seperti ini tanpanya?
Label: Renungan
7:23:00 PM
Pernahkah
sahabat sekalian mendengar keluhan dari keluarga, teman atau siapa saja tentang
ketidakadilan hidup mereka? Saya yakin pasti pernah atau bahkan sering. Atau
mungkin sahabat sendiri yang memiliki keluhan tersebut?
Sahabat,
kita tak pernah bisa memilih menjadi siapa, apa dan bagaimana. Dan kita tak
bisa memilih dari keluarga mana kita akan terlahir. Jika kita bisa memilih,
kita tentu akan memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang kaya, terhormat dan
berpendidikan tinggi.
Label: Renungan
9:52:00 PM
Samar-samar terdengar suara isak
tangis dari balik dinding yang tak seberapa tinggi itu. Dinding itu adalah
sebuah pagar pembatas antara tempat parkir sekolah dan area luar sekolah. Di
salah satu bagian dinding itu terdapat sebuah pintu. Dibalik pintu itulah suara
isak tangis itu terdengar.
Perlahan-lahan Fandy mendekati pintu
itu. Kemudian ia menempelkan telinganya pada pintu dan mulai mendengarkan suara
isak itu.
“Ri… Apa itu kamu?” tanyanya dengan
suara pelan.
“Aku tau itu kamu, Fan. Tapi kali
ini kumohon jangan ganggu aku dulu. Aku pengen sendirian,” jawab si pemilik
isak tangis itu.
Label: Cerpen Persahabatan
10:00:00 PM
Aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara berisik.
Ah,rasanya belum puas aku tidur. Aku mengusap-usap mataku yang sangat terasa
berat untuk dibuka. Aku melihat jam dinding yang tergantung di dinding kamarku.
Ternyata masih jam satu dini hari.
Telingaku sudah sering mendengar suara seperti itu. Suara
cek-cok mulut yang terkadang disertai suara benda yang dibanting. Dan akupun
tahu itu suara Papa dan Mamaku. Dua bulan terakhir ini mereka memang sering
bertengkar. Tak jarang aku mendengar mamaku menuduh papaku berselingkuh.
Sedangkan papaku tak tinggal diam saja. Papa menyebut mamaku istri durhaka.
Label: Cerpen Cinta
9:59:00 PM
Aku mengintip Nenek dan Ayahku yang sedang berbincang dari
balik bilik bambu. Aku tahu dan mendengar apa yang mereka perbincangkan. Mereka
sedang memperbincangkan keadaan ekonomi keluarga kami yang memang sedang
mengalami kesulitan.
Kesulitan ini dialami keluargaku sejak rumahku dan toko-toko
Ayahku terbakar. Entah manusia kejam mana yang tega melakukan semua itu.
Setelah kami jatuh miskin, Ibuku memutuskan untuk menjadi TKI di Luar Negeri.
Namun beberapa bulan setelah keberangkatan Ibu, sebuah surat datang yang
diperuntukkan Ayahku. Surat itu berisi pemberitahuan Ibuku. Ternyata Ibuku
telah menikah dengan majikannya. Entah setan apa yang merasuki Ibuku sehingga
tega berbuat yang sedemikian itu.
Label: Cerpen Keluarga
9:58:00 PM
“Lo tahun baru mau kemana, Vir?” Tanya Rena padaku.
“Entahlah.
Mungkin Papaku ngajakin ke tempat bersalju untuk menghabiskan bulan pertama di
tahun baru disana.” Jawabku singkat.
Sesungguhnya
aku malas mengikuti papaku untuk ke Eropa. Menghabiskan malam tahun baru di
tempat dingin yang suhunya hanya beberapa derajat bahkan minus itu membosankan
bagiku. Bagi gadis usia 18 tahun yang cinta fashion ini. Apalagi harus memakai
baju tebal dan penutup kepala agar telingaku terlindung dari dingin ketika
keluar rumah. Tapi kalau tidak ikut ke Eropa, aku akan kehilangan kesempatan
belanja di sana.
Label: Cerpen Cinta
Langganan:
Postingan (Atom)









